Program Kegiatan Arsitektur Perbankan Indonesia
BLKL Tugas ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA APITUGASBANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYAARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA API Oleh. KELEMIANA SILALAHI 2. Bubble Hockey Games For Sale. MAFNINGSIH ANRIANI 2. MAFINDRIANTI ORIS TAMPANG 2. MTUARIF MAYELI 2. MTUKRESENSIANA TUNING SETIAWATI 2. MAFSEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMIISTI EKATANA UPAWEDA IEUYOGYAKARTA2. ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA API Arsitektur Perbankan Indonesia API merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang oleh API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. API menjadi kebutuhan yang mendesak bagi perbankan Indonesia dalam rangka memperkuat fundamental industri perbankan. Krisis ekonomi tahun 1. Belum kokohnya fundamental perbankan nasional merupakan tantangan bukan hanya bagi industri perbankan secara umum, tetapi juga bagi Bank Indonesia sebagai otoritas pengawasnya. Bertitik tolak dari kebutuhan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan sebagai upaya lanjutan dalam program penyehatan perbankan yang saat ini sedang berjalan, maka sejak dua tahun terakhir dengan masukan masukan berharga dari berbagai stakeholders, Bank Indonesia telah menyelesaikan penyusunan API. Mengingat API merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program restrukturisasi perbankan maupun white paper penyehatan perbankan nasional pasca IMF, maka Bank Indonesia akan mulai mengimplementasikan API pada tahun 2. Mengingat lingkup kebijakan dan pembahasan yang akan ditempuh dan perlunya persiapan yang harus dilakukan oleh bank bank dan Bank Indonesia dalam mengantisipasi perubahan dimaksud, maka implementasi perubahan perubahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsipkehati hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpundan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaanpembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunandan hasil hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearahpeningkatan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan undang undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atasbank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam halkegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatanusahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakankegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatanusaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Uraiannya sebagai berikut A. PROGRAM PENGUATAN STRUKTUR PERBANKAN NASIONALMenciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan Program ini bertujuan untuk memperkuat permodalan bank umum konvensional dan syariah dalam rangka meningkatkan kemampuan bank mengelola usaha maupun risiko, mengembangkan teknologi informasi, maupun meningkatkan skala usahanya guna mendukung peningkatan kapasitas pertumbuhan kredit perbankan. Implementasi program penguatan permodalan bank dilaksanakan secara bertahap. Upaya peningkatan modal bank bank tersebut dapat dilakukan dengan membuat business plan yang memuat target waktu, cara dan tahap pencapaian. Sejarah Perbankan' title='Sejarah Perbankan' />Cara pencapaiannya melalui Penambahan modal baru baik dari shareholder lama maupun investor baru Merger dengan bank atau beberapa bank lain untuk mencapai persyaratan modal minimum baru Penerbitan saham baru atau secondary offering di pasar modal Penerbitan subordinated loan. Dalam waktu sepuluh sampai limabelas tahun ke depan program peningkatan permodalan tersebut diharapkan akan mengarah pada terciptanya struktur perbankan yang lebih optimal, yaitu terdapatnya 2 sampai 3 bank yang mengarah kepada bank internasional dengan kapasitas dan kemampuan untuk beroperasi di wilayah internasional serta memiliki modal di atas Rp. Rp. 10 triliun sampai dengan Rp. Bank bank tersebut memiliki modal antara Rp. Rp. 10 triliun Bank Perkreditan Rakyat BPR dan bank dengan kegiatan usaha terbatas yang memiliki modal di bawah Rp. Secara keseluruhan, struktur perbankan Indonesia dalam kurun waktu sepuluh sampai limabelas tahun ke depan diharapkan akan terbentuk sebagaimana digambarkan sebagai berikut Tahapan Program Penguatan Struktur Perbankan Nasional. Indonesia/strategi/PublishingImages/6-pilar-dea.png' alt='Pengertian Arsitektur' title='Pengertian Arsitektur' />No. Kegiatan Pilar IPeriode Pelaksanaan. Memperkuat permodalan Banka. Meningkatkan persyaratan modal inti minimum bagi bank umum konvensional maupun syariah termasuk BPD menjadi Rp. Meningkatkan persyaratan modal inti minimum bagi bank umum konvensional maupun syariah termasuk BPD menjadi Rp. Mempertahankan persyaratan modal disetor minimum Rp. Januari 2. 01. 12. Arsitektur perbankan Indonesia API. Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan programprogram kegiatan yang tercantum dalam API. Pada awal januari 2004 ini, siaran pers Bank Indonesia secara resmi mengumumkan implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia API. Program Kegiatan Api. Arsitektur Perbankan Indonesia. Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang. Hukum Perbankan Indonesia
Menetapkan persyaratan modal disetor minimum Rp. Menetapkan persyaratan modal sebesar Rp. Unit Usaha Syariah. Mempercepat batas waktu pemenuhan persyaratan minimum modal disetor BPR yang semula tahun 2. Memperkuat daya saing dan kelembagaan BPR dan BPRS. Meningkatkan linkage program antara bank umum dengan BPR2. Implementasi program aliansi strategis lembaga keuangan syariah dengan BPRS melalui kemitraan strategis dalam rangka pengembangan UMKM2. Mendorong pendirian BPR dan BPRS di luar Pulau Jawa dan Bali. Mempermudah pembukaan kantor cabang BPR dan BPRS bagi yang telah memenuhi persyaratan. Memfasilitasi pembentukan fasilitas jasa bersama untuk BPR dan BPRS termasuk Lembaga APEX 2. Meningkatkan akses kredit dan pembiayaan UMKMa. Memfasilitasi pembentukan dan monitoring skim penjaminan kredit dan pembiayaan. Mendorong perbankan untuk meningkatkan pembiayaan kepada UMKM khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan di daerah perdesaan. Meningkatkan akses pembiayaan syariah bagi UMKM dengan pengembangan skema jaminan bagi pembiayaan syariah. Mendorong bank bank syariah untuk meningkatkan porsi pembiayaan berbasis bagi hasil. B. PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PENGATURAN PERBANKANMenciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasionalProgram ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan serta memenuhi standar pengaturan yang mengacu pada international best practices. Program tersebut dapat dicapai dengan penyempurnaan proses penyusunan kebijakan perbankan serta penerapan 2. Basel Core Principles for Effective Banking Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan Bank Indonesia telah sejajar dengan negara negara lain dalam penerapan international best practices termasuk 2. Basel Core Principles for Effective Banking Supervision. Dari sisi proses penyusunan kebijakan perbankan diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan Bank Indonesia telah memiliki sistem penyusunan kebijakan perbankan yang efektif yang telah melibatkan pihak pihak terkait dalam proses penyusunannya. Tahapan Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan. Mikropascal Pro For Avr on this page. No. Kegiatan Pilar IIPeriode Pelaksanaan. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankana.